![]() |
| Image by Markus Winkler from Pixabay |
BAB PENCAPAIAN HIDUP
Fakta Kehidupan Ke-27
"Terkadang kita merasa orang lain lebih beruntung dalam segala hal, masalah pribadi, sosial, finansial, pendidikan, dsb. Kita merasa hidup kita tidak seindah orang lain. Sebenarnya kita hanya tidak tahu saja masalah orang yang kita anggap beruntung tersebut. Boleh jadi masalah beliau lebih banyak dan pelik. Oleh karena itu, lebih baik kita bersyukur pada apa yang sudah dimiliki daripada membandingkan diri."
Hidup Risman terlihat sempurna. Ia memiliki karir yang cemerlang, istri dan anak yang baik, rumah dan kendaraan, dikenal banyak orang hingga dekat dengan pejabat daerah. Sekilas seperti tak ada yang kurang dari hidupnya. Boleh jadi tak sedikit yang iri dengan pencapaian hidup Risman.
Namun ternyata, di balik kesempurnaan itu Risman memiliki banyak masalah pelik. Ia menderita sakit yang cukup berat hingga sempat dirawat di sebuah rumah sakit. Begitu pula dengan istri dan anaknya. Mereka memiliki penyakit bawaan yang mewajibkan mereka untuk mengkonsumsi obat-obatan tiap bulan. Krisman pun diuji dengan mertua dan iparnya yang tak henti-hentinya membebani secara materi. Subhanallah. Ternyata di balik hidup yang terlihat sempurna itu, ada ujian hidup yang sungguh berat.
Itulah fakta kehidupan. Yang terlihat bahagia belum tentu benar-benar di baliknya. Mereka hanya tak ingin bercerita tentang kesedihannya.
Lalu bagaimana dengan kita?
Mulailah dengan mensyukuri hidup kita. Mungkin saat ini kita tidak sesukses mereka yang kita pandang begitu. Namun, masalah hidup kita pun tidak sepelik mereka.
Di saat Tuhan memberikan banyak anugrah, boleh jadi selanjutnya kita diuji dengan musibah atau ujian. Seperti halnya Risman yang diberi banyak kemudahan dan kesuksesan dalam karir dan keluarga intinya, selanjutnya diberi ujian dengan sakit dan keluarga mertuanya.
Allah Swt. berfirman:
“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan“ (Al-Anbiya’ :35).
Dari ayat di atas kita dapat mengambil hikmah bahwa hidup memang rangkaian ujian, bahkan kebaikan pun sesungguhnya ujian. Jika kita ingin mendapatkan anugrah besar sudah seharusnya kita pun siap dengan ujian yang sama besarnya. Itulah fakta kehidupan.

Comments
Post a Comment