Fakta Kehidupan Ke-26: Yang Mau dan Tidak Mau

Image by Luisella Planeta LOVE PEACE 💛💙 from Pixabay


BAB PENCAPAIAN HIDUP

Fakta Kehidupan Ke-26

"Hidup kadang terlihat lucu. Yang mau belum tentu mendapatkan kesempatan. Yang tidak mau justru mendapatkan kesempatan dengan mudah namun diabaikan begitu saja."

Setelah lulus SMA, Yanti berkeinginan untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Namun, orangtuanya tidak mampu secara ekonomi. Karena untuk masuk kuliah tetap harus bayar uang secara mandiri dulu, belum bisa mendapatkan beasiswa. Terpaksa Yanti mengurungkan niatnya tersebut, padahal ia adalah siswi berprestasi di sekolahnya. 

Di sisi lain, Adi berasal dari keluarga yang berkecukupan. Orangtuanya sudah menginvestasikan asuransi pendidikan untuk setiap anaknya. Saat Adi Lulus SMA, asuransinya cair untuk biaya kuliah. Namun sayang Adi enggan meneruskan kuliah. Ia bosan belajar dan memilih untuk mencari pekerjaan saja.

Itulah fakta kehidupan. Yang mau tidak mendapat kesempatan, yang mendapat kesempatan justru tidak mau.

Di cerita lain lebih lucu lagi. 

Masih ingat Tedy? Seorang pria yang tidak bertanggungjawab dengan anak-anaknya. Seharusnya Tedy memanfaatkan amanah anak dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan ridho Allah. Namun ia malah menelantarkan mereka.

Di sisi lain, Andar menikahi seorang janda beranak satu. Dari pernikahannya Andar tidak memperoleh momongan. Namun ia tetap menyayangi anak tirinya sepenuh hati. Ujian pun menimpa Andar. Ia dikhianati istrinya sendiri. Akhirnya mereka bercerai. Anak tirinya lebih menyayangi Andar dibandingkan ibunya, sehingga ia justru ikut tinggal bersama Andar setelah perceraian.

Tedy dengan anak sendiri saja abai. Sedangkan Andar dengan anak tiri saja sangat sayang. Inilah fakta kehidupan yang lucu. 

Dari cerita-cerita di atas kita dapat mengambil hikmah bahwa hidup itu tidak selalu seperti yang kita inginkan. Kita hanya bisa berusaha, Allah yang menentukan. 

Yang diberi kesempatan harusnya bisa bersyukur dan memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Lihatlah orang lain, lihatlah sekeliling kita. Orang lain boleh jadi tidak seberuntung kita. Seandainya mereka yang diberi kesempatan itu mampu berpikir dan mengambil hikmah. Namun, tetap Allah Swt yang menentukan siapa saja yang mampu mengambil hikmah itu seperti yang tertulis di ayat berikut:

“Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al-Baqarah [2]: 269).

Semoga kita selalu bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian di dunia ini.

Comments