![]() |
| Image by Steve Bidmead from Pixabay |
BAB PENCAPAIAN HIDUP
Fakta Kehidupan Ke-25
"Rezeki tidak selalu berupa harta. Kesehatan, keluarga dan teman yang baik, ketenangan hati dan lain sebagainya termasuk rezeki yang sering terabaikan."
Tya sering merasa sedih karena dirinya belum bisa berbakti maksimal kepada orangtuanya. Ia dan suaminya masih berjuang untuk bisa mandiri dan mapan. Tya menjadikan banyak uang sebagai tujuan hidup yang harus bisa dicapai demi kebahagiaan. Namun ternyata, rezeki itu tidak selalu berupa uang.
Tya mendengar keluarga kakak iparnya yang berkecukupan diuji dengan sakit. Sedangkan Tya alhamdulillah masih diberi kesehatan yang membuatnya masih bisa beraktifitas seperti biasa.
Tya pun mendengar temannya diuji oleh orangtua yang egois dan selalu menuntut harta. Sedangkan Tya memiliki orangtua yang pengertian, suportif dan menentramkan. Meskipun Tya belum bisa memberi secara materi, mereka tidak pernah mempermasalahkan.
Tya juga mendengar kakak sepupunya dikhianati teman sendiri dalam urusan bisnis. Sedangkan Tya memiliki teman-teman yang baik dan amanah.
Tya melihat berita di daerah lain yang sering bergejolak dengan kericuhan, kerusuhan, hingga peperangan. Sedangkan Tya tinggal di lingkungan yang aman, damai, tentram.
Tya pun menyadari banyak rezeki yang terabaikan. Karena faktanya, rezeki tidak selalu berupa uang.
Itulah fakta kehidupan. Kita sering menganggap rezeki itu adalah memiliki uang banyak, sehingga segala cara dilakukan untuk mendapatkannya. Kita bersyukur ketika mendapatkannya, dan mengeluh ketika kekurangannya. Untuk mendapatkan uang, kita pun lupa mensyukuri rezeki yang sudah ada seperti kesehatan. Dan baru menyadari itu ketika sakit datang.
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)
Selain kesehatan, kita pun sering lupa dengan rezeki waktu luang. Di saat banyak orang sulit mendapatkan waktu luang karena kesibukannya, kita yang mendapatkannya justru tidak memanfaatkan waktu itu untuk kegiatan bermanfaat.
Khususnya di masa pandemi ini, kita mendapatkan waktu luang yang lebih banyak dari biasanya. Manfaatkanlah untuk bisa memiliki waktu berkualitas dengan keluarga, menambah ilmu, dan meningkatkan ibadah. Mungkin saat ini banyak dari kita diuji dengan kekurangan harta, namun Allah menggantinya dengan melindungi kita dari wabah virus dan memberi waktu luang yang bisa kita manfaatkan sebelum kembali pada kesibukan.
Faktanya kita memang membutuhkan uang untuk membiayai kehidupan. Namun faktanya lagi, rezeki tidak selalu berupa uang. Karena memiliki uang saja tak menjamin hidup tenang.

Comments
Post a Comment