![]() |
| Image by Barta IV from Pixabay |
BAB PENCAPAIAN HIDUP
Fakta Kehidupan Ke-23
"Kebanyakan orang menganggap kesuksesan itu adalah kesuksesan finansial, memiliki uang sekian, dan harta benda. Tidak salah namun tidak sepenuhnya benar. Karena kesuksesan finansial saja tidak menjamin ketenangan hati."
Setelah sekian lama merintis usaha bengkelnya, Budi berhasil mengembangkan usahanya menjadi semakin besar. Pelanggannya semakin banyak, cabangnya pun semakin bertambah. Ia mampu membuka lapangan kerja untuk orang lain dan tentunya pundi-pundi uangnya semakin bertambah. Namun sayangnya, kesuksesan ekonominya tidak diiringi dengan kedamaian di rumahnya. Anak-anaknya sering tidak akur satu sama lain padahal masing-masing sudah diberi usaha untuk mandiri. Entah mengapa mereka saling iri, terutama jika Budi terlihat lebih memperhatikan salah satunya. Budi sudah berusaha membuat anaknya akur, namun ia tak kunjung juga berhasil. Ia merasa tak tenang walau memiliki banyak uang.
Itulah fakta kehidupan. Boleh jadi kita melihat betapa beruntungnya orang-orang yang diberi kelebihan harta benda. Sepertinya ia tidak perlu memikirkan besok harus makan apa, anak sekolah gimana, tugasnya jalan-jalan saja dari satu benua ke benua lain. Faktanya, orang kaya pun punya masalah. Salah satunya yang seperti dialami Budi.
Boleh jadi selama ini Budi terlalu sibuk mengurus usahanya, sehingga ada waktu yang ia lewatkan untuk mendidik anaknya, sedangkan istrinya tidak mampu melakukan sendiri. Namun apa daya nasi sudah menjadi bubur. Anak-anaknya sudah tak lagi remaja, karakter mereka sudah terbentuk seperti itu. Budi hanya bisa berdoa semoga kelak anak-anaknya berubah dan saling memperhatikan satu sama lain.
Allah Swt. berfirman:
“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. 64: 14- 15)
Ayat di atas mengajarkan kita bahwa pasangan, anak dan harta adalah ujian. Mencari harta boleh demi menafkahi diri sendiri, keluarga, orangtua hingga membantu banyak orang. Namun, jangan sampai kesibukan itu melalaikan kita dari kenikmatan sebenarnya, yaitu memiliki pasangan dan anak yang menentramkan hati, saling mendukung dalam kebaikan. Karena faktanya, banyak uang saja tak selalu tenang.

Comments
Post a Comment