Fakta Kehidupan Ke-22: Roda Kehidupan Berputar

Image by WONHO SON from Pixabay

BAB PENCAPAIAN HIDUP

Fakta Kehidupan Ke-22

"Ada masanya kita berada di puncak, ada masanya juga kita di dasar. Jangan tinggi hati dan putus asa."

Setelah menikah Nur mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang pengolahan kayu. Ia bekerja dengan sangat giat. Sedikit demi sedikit ia berhasil naik jabatan hingga menduduki posisi manager. Kehidupannya pun menjadi lebih baik. Ia bisa membeli rumah dan memberi fasilitas yang memadai untuk keluarganya. Namun, jumlah bahan baku yang semakin minim dan kebijakan pemerintah yang memberatkan membuat perusahaan tempatnya bekerja terpaksa tutup. 

Akhirnya Nur terkena pemutusan hubungan kerja. Beruntungnya sang atasan merekomendasikannya pada rekannya di perusahaan lain, sehingga Nur tidak perlu mencari pekerjaan lagi. Namun, ia memulai lagi pekerjaannya dari nol sebagai pegawai biasa, padahal jabatan sebelumnya adalah manager. Meskipun begitu, Nur tetap giat bekerja demi menafkahi keluarga. 

Itulah roda kehidupan. Ada masanya kita mencapai puncak, ada masanya kita justru berada di dasar. 

Saat kita berada di dasar biasanya kita diuji dengan kekurangan. Sedangkan ketika kita di puncak, kita diuji dengan kelebihan. Dan justru ujiannya bisa jadi lebih berat. Ibarat pohon semakin tinggi semakin kuat anginnya.

Sebagai manusia kita hanya bisa menjalani dan mengambil hikmah pada setiap ujian yang diberikan pada Allah. 

Allah Swt. berfirman:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Q.S.AL-ANKABUT: 2-3)

Itulah faktanya. Kita akan selalu diuji baik dengan kekurangan maupun kelebihan. Dari ujian itulah akan terlihat bagaimana kualitas keimanan kita. 

Begitu juga yang terjadi pada Nur. Saat ia berada di puncak, ia diuji dengan harta, tahta dan wanita. Rumah tangganya sempat mengalami pergolakan karena orang ketiga yang berusaha masuk merebut hatinya demi harta. Sempat ia tergoda, namun beruntung masih tersisa iman di dada yang menyadarkannya kembali untuk kembali setia pada istri pertama. 

Saat ia berada di dasar, ia diuji dengan kekurangan dan keterpisahan dengan sang istri. Beruntung ia memiliki istri yang pengertian, mampu menjaga diri dan hartanya saat berjauhan. Memiliki pasangan yang baik memang salah satu kebaikan di dunia ini.

Allah Swt. berfirman:

“Maka wanita-wanita yang salehah, ialah yang taat (kepada Allah dan kepada suami) lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” [An-Nisa: 34].

Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu.” (HR Hakim).

Iman pada Allah serta istri yang senantiasa mendukungnya dalam kondisi apapun membuat Nur selalu kuat menghadapi berbagai ujian di dunia ini. Karena faktanya ujian tak bisa kita hindari. Ia akan terus datang bergantian dengan kemudahan. Seperti yang tertulis dalam sebuah ayat: 

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 5)

Comments